Minggu, 29 Mei 2016

Pengalaman KLP ( Kuliah Lapangan Priwisata ) Bali 2016

Minggu, 29 Mei 2016


KLP(Kuliah Lapangan Pariwisata) BALI 2016

STIEPAR YAPARI-AKTRIPA Bandung telah menggelar Kuliah Lapangan Pariwisata Bali (KLP) Bali dari tanggal 10 hingga 14 April 2016. KLP merupakan kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa STIEPAR YAPARI – AKTRIPA BANDUNG. Untuk itu, KLP diberi bobot 2 (dua) SKS dan dijadikan prerequisit untuk  melengkapi syarat menempuh ujian Sidang Komprehensif untuk meraih gelar sarjana (S1) atau A.Md (D3).
Bali menjadi salah satu tempat yang cukup ideal untuk dijadikan laboratorium kepariwisataan dan menjadi sumber pembelajaran kepariwisataan di luar kelas (outdoor learning), karena adanya keterpaduan antara keindahan alam, keragaman atraksi budaya dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata yang sinergis dalam menarik wisatawan.
Ketua panitia KLP Bali 2016, Ibu Nova Riana, Dra., M.Si menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan, pemahaman, dan daya analisis terhadap komponen serta permasalahan kepariwisataan sehingga meereka akan lebih siap untuk menjadi bagian dari dunia kepariwisataan, baik sebagai pekerja, pengelola, peneliti, maupun pengembang pariwisata. Disampaikan pula bahwa pada pelaksanaan KLP tahun ini, sarana transportasi yang digunakan adalah dengan menggunakan empat moda transportasi yakni kereta, bus, ferry, dan pesawat. Hal ini sangat memiliki relevansi dengan salah satu tujuan pembelajaran di bidang pariwisata yakni dapat mengenal sistem manajemen transportasi tidak hanya secara teoritis namun juga pada tataran praktis. 
Rangkaian kegiatan KLP diawali dengan aktivitas menggunakan transportasi kereta dari Bandung menuju Surabaya. Menempuh perjalan kurang lebih 12 jam dari Stasiun Kiara Condong(Bandung) sampai Stasiun Gubeng(Surabaya), kemudian dilanjutkan penyebrangan menggunakan kapal ferry dari Dermaga Ketapang ke Gilimanuk Bali.

setelah sampai di Bali,kami tidak langsung check-in di hotel. tetapi kami  langsung ke Bedugul
 
Danau Beratan Bedugul adalah sebuah danau yang berlokasi di daerah pegunungan dengan suasana alam yang asri. Keunikan dari Danau Beratan Bedugul adalah keberadaan pura yang bernama Pura Ulun Danu. Pura Ulun Danu terletak di pinggir Danau Beratan Bedugul dan merupakan salah satu daya tarik utama Danau Beratan Bedugul. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati permainan air dan menyewa perahu di Danau Beratan Bedugul.
lalu kami ke

Tanah Lot
Tanah Lot merupakan pura paling terkenal di Bali dan sepertinya sudah menjadi ikon pulau Bali. Keunikan pura ini adalah letaknya yang ditengah laut, sehingga apabila laut sedang pasang anda tidak akan bisa mendekat, tetapi apabila air laut sedang surut anda bisa menyebrang dan melihat salah satu keunikanya yaitu pura ini ini dijaga oleh 2 ular berwarna hitam dan putih yang tiap hari kelihatan didampingi oleh pemangkunya.
 
Hari berikutnya diisi dengan berbagai kunjungan baik itu observasi daya tarik wisata alam, budaya, maupun sejarah. Pada hari ketiga (Senin 11 April) kunjungan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dari program studi masing-masing meliputi kunjungan dinas pariwisata untuk Prodi Manajemen Pariwisata, Kunjungan ke hotel untuk Prodi Perhotelan dan kunjungan ke Bandara Ngurah Rai untuk Prodi Usaha Perjalanan Wisata. Karena saya Prodi Manajemen Pariwisata maka saya berkunjung ke Disparda Bali. Setelah itu kami bersenang-senang sejenak di


Tanjung Benoa

 
Tanjung Benoa yang berbatasan dengan Nusa Dua, Bali adalah pusat dari kegiatan olahraga dan permainan air di Bali. Karakteristiknya sangatlah tenang, sehingga sangat cocok untuk berbagai jenis permainan air yang seru. Jenis permainan air yang dapat anda mainkan di sini yaitu snorkel, sea walker, banana boat, parasailing, wakeboard, waterski, jetski, scuba diving, donut boat, flying fish, dan lain-lain. Selain itu anda juga dapat pergi melihat penyu raksasa di pulau penyu dengan menaiki perahu dari Tanjung Benoa.


 
 Pantai Pandawa
Tempat wisata ini dahulu disebut dengan nama Secret Beach karena lokasinya yang berada di balik tebing kapur tinggi, sehingga tak banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Sekarang, pemerintah daerah telah membuka akses masuk dengan membuat jalan sepanjang 1,5 km membelah tebing kapur.
Nama tempat wisata ini didapatkan dari adanya lima buah patung Pandawa, legenda dalam ajaran Hindu, yang menghadap pantai. Di tebing kapur tersebut dibuat lubang-lubang untuk menempatkan kelima patung Pandawa, yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna dan si kembar Nakula – Sadewa.
Tempat wisata yang juga disebut dengan Pantai Kutuh ini memiliki keindahan yang tak kalah dibandingkan pantai lainnya di Bali. Hamparan pasir putih dan airnya yang biru kehijauan membuat siapa saja betah berlama-lama menikmatinya dengan duduk di deretan kursi mala
Jika Pantai Kuta dikenal dengan pemandangan matahari terbenamnya, maka pantai yang menghadap timur ini memiliki pemandangan matahari terbit yang bisa diandalkan. Tak jarang, dari sini Anda bisa melihat wisatawan yang melakukan paragliding dari Bukit Timbis, terbang melewati atas pantai.


Danau Batur Kintamani
 
Danau Batur Kintamani merupakan salah satu pesona alam yang dimiliki Bali. Terletak di gunung tertinggi ke 2 di Bali, Danau Batur Kintamani mempunyai hawa yang sejuk dan pemandangan yang sangat mempesona. Danau Batur Kintamani adalah danau terbesar di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan karena menawarkan pemandangan yang tiada duanya di Bali.



Garuda Wisnu Kencana (GWK)

 


Garuda Wisnu Kencana atau biasa disingkat GWK adalah sebuah taman wisata budaya yang berlokasi di Bali Selatan. Garuda Wisnu Kencana adalah sebuah patung yang sangat besar karya I Nyoman Nuarta. Saat ini, patung Garuda Wisnu Kencana belum sepenuhnya selesai dibuat, hanya sebagian saja yang telah selesai, namun walau begitu anda tetap dapat menikmati kemegahan Garuda Wisnu Kencana. Selain patung, anda juga dapat melihat keindahan bukit kapur yang di potong menjadi balok-balok kapur besar. Balok-balok kapur ini nantinya akan penuh dengan pahatan. Selain itu di kawasan Garuda Wisnu Kencana juga terdapat teater seni, anda dapat menikmati berbagai jenis tari dan kesenian Bali di teater ini setiap harinya.
 
Secara keseluruhan acara KLP Bali 2016 berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan tersebut tak hanya meninggalkan kenangan semata namun adanya penambahan wawasan di bidang pariwisata bagi seluruh peserta. Sebagai output dari kegiatan tersebut adalah mahasiswa mempresentasikan hasil observasinya selama kegiatan KLP berlangsung.

Sebagai rangkaian akhir dari kegiatan Kuliah Lapangan Pariwisata (KLP) Bali 2016, kegiatan seminar laporan KLP Bali digelar selama 1 hari 13 Mei 2016. Kegiatan ini bertujuan untuk melaporkan hasil observasi di lapangan yang telah dilaksanakan dari tangal 10 hingga 14 April 2016. Seminar KLP Bali ini pun menjadi bagian dari evaluasi hasil laporan mahasiswa baik dari prodi DIII Perhotelan, DIII Usaha Perjalanan Wisata, maupun S1 Manajemen Pariwisata.
 
Dalam kegiatan tersebut masing-masing kelompok mempresentasikan hasil laporannya dalam kurun waktu yang telah ditentukan didepan para penelis yang merupakan pimpina dan dosen STIEPAR.
Adapun format penilaian Seminar KLP Bali 2016 meliputi pemahaman materi, teknik penyajian data, media visual yang digunakan, kerjasama tim, dan penulisan makalah. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kunjungannya di Bali dengan diikuti adanya tanya jawab dengan para peserta seminar. Ketua panitia KLP Bali 2016, Nova Riana, Dra. Msi., menekankan bahwa seminar laporan Bali akan menjadi media pembelajaran yang sangat penting terutama dalam hal pemahaman kepariwisataan tidak hanya secara teoritis namun juga praktis.
Acara seminar yang berlangsung selama 1 hari tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolik kepada perwakilan peserta seminar dari masing-masing prodi dan foto bersama dengan para Dosen STIEPAR. Semoga dengan adanya seminar ini, mahasiswa STIEPAR dapat mengaplikasikan ilmu di bidang kepariwisataan yang sudah didapat selama kegiatan KLP Bali 2016.